Kesehatan

Madu Sehat

Madu SehatPenulis : Aniati

Tiada hari tanpa madu. Itulah kebiasaan baru di keluargaku. Anak-anakku akan nagih kalau aku lupa memberi mereka madu. Apalagi yang aku berikan adalah madu kesukaan mereka, pernah aku coba madu yang lain, mereka kurang suka, jadi sebotol aja gak habis-habis. Madu Sehat dari Klinik Sehat adalah madu favorit kami sekeluarga.

Berawal waktu anakku yang ke empat lahir. Aku senang sekali karena akhirnya Allah SWT mempercayakan aku untuk mempunyai anak laki-laki, ketiga kakaknya perempuan semua. Anak ini sehat, gemuk dan gagah, kami sekeluarga bahagia menyambut kehadirannya. Tapi menginjak usia 9 bulan sering sakit, aku pikir biasalah namanya juga bayi, kakak-kakaknya juga dulu begitu. Tapi herannya batuk pilek gak ada ngasonya, sekarang sembuh, besok begitu lagi. Habis obat berobat lagi, berobat lagi, sampai males aku memberikan obat, kasian rasanya di jejali obat terus.

Aku berfikir mungkin anakku asma, kalau batuk nafasnya nyesek, kalau udah kumat enggak tidur semalaman, aku ikut capek melihatnya. Sampe dokter aja menyarankan untuk diopname, takut gagal napas katanya, mendengar kata-kata dokter itu rasanya lemas sekali. Karena masih tergolong bayi, susah sekali di beri obat sering di muntahin, di oksigen juga nangis terus.

Setelah dirontgen ternyata anak ku paru-parunya ada flek. Aku mengikuti saran dokter untuk minum obat selama 6 bulan tidak boleh absen. Diberikan setiap pagi bangun tidur sebelum makan. Memang ada perubahan yang cukup berarti, aku senang sekali, jarang melihat anakku batuk yang menderita itu. Tapi setelah 6 bulan itu anakku kembali seperti dulu lagi. Bingung deh aku dibuatnya.

Atas saran temanku aku pergi ke Klink Sehat, setelah diperiksa anakku diberi madu, habbat extrak, pulmoquid dan immunoquid. Juga disarankan berjemur pagi, sebelum tidur dipijat ringan bagian belakang, minum air hangat, jangan lupa kita sebagai orang tua berdoa untuk kesembuhan anak kita, ini yang terpenting.

Allhamdullilah anakku sekarang sehat wal’afiat, semenjak itu sudah jarang sekali ke dokter, aku selalu sedia madu dan habbat extrak (Habbatussauda/Jintan Hitam) untuk konsumsi keluarga sehari-hari. Obat lain hanya sebagai tambahan kalau kita sedang sakit. Hanya madu dan habbat extrak yang kita konsumsi rutin. Habbat extrak pun kalau lagi sehat juga paling 2 atau 3 hari sekali. Tapi kalau madu, sehari aja gak minum madu anak-anakku pasti mencarinya. Minum susu pake madu, minum teh pake madu, bahkan minum air putih juga dikasih madu. Habis rasanya enak sih (kata mereka lho!), manisnya juga enggak nyelap. Aku aja yang gak doyan madu, tapi setelah mencoba madu klinik sehat mah gak nolak deh, enggak percaya ? Beli dong …