Pentingnya Asuransi Jiwa
Saat ini, kita pasti sudah familiar dengan istilah asuransi. Hal ini karena publikasi perusahaan-perusahaan asuransi kepada masyarakat sudah cukup banyak.
Dalam konteks merencanakan keuangan, ada beberapa resiko yang perlu kita antisipasi yaitu :
- Meninggal terlalu dini (die too soon)
- Hidup terlalu lama (live too long)
- Ketidak mampuan (dissability)
- Penyakit kritis (critical illness)
Untuk mengantisipasi resiko nomor 1, 3 dan 4 kita cukup dengan melakukan proteksi asuransi jiwa dan kesehatan, sedangkan untuk resiko no 2 dapat dilengkapi dengan (pension plan).
Asuransi Jiwa
Asuransi Jiwa merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk memindahkan risiko, di mana apabila terjadi risiko kematian pada seseorang maka ahli warisnya akan memperoleh sejumlah dana yang disebut Uang Pertanggungan. Artinya, manfaat dari asuransi tersebut adalah untuk ahli waris.
Dalam industri asuransi jiwa di Indonesia saat ini, dikenal jenis asuransi tradisional misalnya term life (asuransi jiwa berjangka); whole life (asuransi jiwa seumur hidup), endowment (asuransi jiwa tradisional dengan kombinasi tabungan), serta polis asuransi jiwa unit linked atau investment linked.
Asuransi jenis unit linked ini sangat populer dan hampir semua perusahaan asuransi besar memiliki produk ini bahkan beberapa perusahaan asuransi asing yang ada di Indonesia hanya menjual produk jenis unit linked tanpa menjual produk asuransi tradisional lainnya.
Asuransi jiwa unit linked selain memberikan manfaat proteksi asuransi jiwa, juga sekaligus memberikan kesempatan untuk berpartisipasi secara langsung dalam investasi khususnya dalam reksadana.
Sudahkah anda mempunyai asuransi jiwa?
Masalahnya, meskipun sudah tahu bahwa asuransi jiwa itu penting, banyak di antara kita yang menunda-nunda untuk menjadi peserta asuransi jiwa dengan berbagai alasan. Mungkin karena alasan dana. Yang lainnya merasa belum perlu.
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, anda harus paham betul, bahwa asuransi jiwa tersebut bukanlah mengasuransikan jiwa seseorang. Jiwa manusia itu tidak dapat dihargai berapa pun nilainya. Ingat, manusia itu adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.
Biasanya orang membeli asuransi jiwa untuk melindungi potensi pendapatannya, jika terjadi sesuatu terhadap orang tersebut, maka keluarganya tidak terlalu mengalami kesulitan ekonomi, dan tercapai juga kecukupan finansialnya.
Intinya Anda punya asuransi jiwa agar keluarga Anda tercapai tujuan finansial :
- It’s not because someone has to die, but it’s because the family has to continue the living
- I don’t want to die too soon, but I also have to prepare if I will live too long.
- Your family has to live with your income whether you’re around or not.
Nah sekarang, sebenarnya kapan seseorang seharusnya sudah merasa perlu untuk menjadi peserta asuransi jiwa? Berikut adalah saat-saat ketrika seharusnya seseorang sudah mulai memikirkan dan menjadi peserta asuransi jiwa.
- Memiliki penghasilan tetap yang cukup untuk membeli premi.
- Mulai berkeluarga.
- Pekerjaan yang berisiko.
- Lebih awal lebih baik.
- Awali dengan riset perusahaan asuransi.
Setidaknya itulah lima hal yang menjadi tanda-tanda ketika Anda seharusnya sudah perlu menjadi peserta asuransi jiwa, sekaligus apa yang harus dilakukan sebagai langkah awal.
Selamat berasuransi!

