Makan tiga kali sehari untuk seorang anak tidaklah cukup. Mereka juga perlu diberi makanan tambahan berupa cemilan di antara waktu makan besar. Hal ini untuk memenuhi kecukupan gizi.
Terutama pada usia 0 bulan hingga 5 tahu, seorang balita harus memiliki kecukupan gizi utnuk pertumbuhan dan perkembangan otaknya untuk itulah anak-anak memerlukan zat-zat gizi yang diperoleh dari makan besar dan camilan
Setiap tiga jam anak harus di berikan makan tambahan yang mudah dicerna dan diserap tubuh. Pengetahuan inilah yang kurang dimiliki orang tua. Kebanyakan orang tua berfikir dengan makan nasi sehari tiga kali saja sudah cukup.
Dengan memberikan camilan tiga jam sekali, maka gula darah dalam tubuh akan menjadi stabil. Pada saat makan besar bisa diberikan dengan porsi yang tidak banyak. Dengan demikian anak-anak pun bisa makan dengan normal tanpa harus menjadi kegemukan. Dibandingkan dengan mereka yang tidak diberikan camilan diantara makan besar, pada saat makan utama akan makan tanpa kendali. Pola makan seperti ini tidak baik dan bisa terbawa hingga dewasa.
Berbicara mengenai makanan tambahan, selain menjadikannya bagian dari pola makan. Ada satu hal yang perlu dipehatikan orang tua, yaitu bagaimana cara memilih camilan yang sehat.
Kategori camilan yang sehat terutama haruslah yang segar dan natural, dalam artian kandungan dalam camilan tersebuat harus memiliki kandungan protein yang tinggi, menggunakan gula asli dan minim pewarna makanan.
Berikut panduan untuk orangtua dalam menyiapkan cemilan yang sehat dan mudah untuk anak-anak.
- Buah dan sayur segar seperti ketimun, wortel.
- Salad buah dan sayur.
- Jagung manis.
- Jus buah murni, bukan yang campuran gula. Karena slain merusak gigi juga membuat gemuk.
- Pretzel atau popcorn ringan.
- Granola bar, selain tinggi serat, juga rendah lemak.
- Cherios atau sekotak sereal.
- Kue gandum atau beras. Pilih yang tidak terlalu manis.
- Potongan buah kering atau kismis.
- Potongan apel dengan krim kacang.
- Cracker gurih.
- Breadstick.
- Kwaci bunga matahari.
- Kacang, meski mengandung lemak, sangat baik untuk jantung.
- Yoghurt buah segar.
- Yoghurt kedelai.
- Pisang yang dicampur susu non-lemak.
- Hot dog, tapi ganti sosis dengan tahu.
- Sup ramen dengan sayur-sayuran.
Yang harus dihindari :
- Kue cokelat, biskuit cokelat, dan biskuit yang mengandung krim dan keju.
- Cokelat dan susu yang mengandung lemak 2 persen.
- Minuman bersoda.
- Makanan kaleng atau buah kaleng.
- Kue bolu atau tart.
- Permen.
Camilan hendaknya mengandung 100-150 kalori dan diberikan setelah makan pagi dan beberapa saat usai makan siang. Bisa juga memberikan makanan yang mengandung susu, keju, dan usahakan jangan terlalu banyak memberikan camilan yang digoreng.
Perang melawan iklan televisi
Anak-anak sering kali menuntut meminta makanan cemilan jenis terbaru, terutama bila mereka melihatnya di iklan televisi. Untuk mengatasinya, batasilah jumlah jam dimana anak-anak anda boleh menonton televisi agar dapat mengurangi kesempatan anak-anak anda terpapar pada iklan-iklan seperti ini serta membantu mereka mengurangi resiko terkena obesitas.
Anak-anak yang menonton televisi lebih dari lima jam sehari akan memiliki resiko terkena obesitas empat kali lebih besar daripada mereka yang menonton televisi kurang dari dua jam sehari. Anak-anak biasanya akan lebih aktif secara fisik bila orang tua mereka membatasi waktu mereka untuk berada di depan layar – termasuk layar televisi, komputer dan video games – menjadi tidak lebih dari dua jam sehari.
Makan di depan televisi juga merupakan kebiasaan yang buruk untuk semua kelompok umur. Orang cenderung untuk makan lebih banyak daripada yang mereka sadari selama periode ini dimana mereka mengunyah tanpa berpikir.
Tiap anggota keluarga pasti pernah mengalami masalah gangguan makan. Pola makan salah, entah itu yang menahan rasa lapar dan terlalu banyak ngemil, biasanya dialami anak-anak usia pra dan sekolah. Perlu pengawasan yang ketat terhadap makanan jenis tertentu dan tempat membelinya. Karena kalau pengawasan dibiarkan begitu saja, bukan tidak mungkin, anak-anak mengalami kegemukan dan berpontensi terserang penyakit degeneratif di usia muda.
Agar makanan tidak membosankan anak anda.
Rencanakan menu, agar Anda tidak kebingungan. Beli cemilan yang bisa disimpan lama di lemari es. Siapkan juga makanan yang siap saji, misalnya pasta, salad, sandwich, atau sup.
Campur makanan. Agar anak-anak tidak bosan, jangan kaku dalam menerapkan makanan. Sajikan menu makan pagi atau siang, pada waktu makan malam sekali-sekali. Mereka akan menganggap waktu makan istimewa.
Matikan TV saat makan atau ngemil, dan jangan jadikan makanan tempat berargumen atau menceramahi anak-anak. Biarkan mereka berinteraksi.
Ngemil jangan sampai menggangu waktu makan. Kebiasaan memberi cemilan pada sore hari jangan sampai menggangu selera makan anak. Anda harus tepat waktu dalam memberikannya. Waktu terbaik sekitar pukul 4 – 4.30 sore. Kenapa? Karena saat itu anak masih belajar atau bermain, sehingga energi mereka masih terkuras.
Tawarkan cemilan pilihan. Anak-anak tidak bisa dipaksa. Selalu tentukan pilhan saat makan. Misalnya, selalu tawarkan, buah atau sayur, salad, atau es krim, dan lain-lain. Sehingga mereka tidak bosan atau trauma terhadap satu jenis makanan.
