Mengapa kita perlu merencanakan dana pensiun?
Majalah Swa Sembada edisi Juli 2004 (www.swa.co.id) pada salah satu pemberitaannya pernah mengangkat survey yang dilakukan oleh Citibank dan AC Nielsen kepada eksekutif muda di Indonesia, dan hasilnya sungguh memprihatinkan. 80 % dari para eksekutif tersebut tidak menganggap bahwa merencanakan pensiun adalah hal yang penting. Mereka malah lebih memprioritaskan untuk membeli mobil mewah, merenovasi rumah ataupun kegiatan konsumtif lainnnya.
Coba anda perhatikan ilustrasi di bawah ini:
Dari Senin sampai Minggu, yang mana hari yang paling menyenangkan ? Umumnya orang akan memilih hari Sabtu dan Minggu, tetapi apakah disadari bahwa hari Sabtu dan Minggu itu adalah juga hari yang paling menguras uang kita? Ketika kita berjalan-jalan ke mal atau ke tempat rekreasi, semuanya membutuhkan biaya / uang yang tidak sedikit. Artinya pada hari Sabtu – Minggu kita tidak bekerja atau tidak berpenghasilan, akan tetapi harus mengeluarkan uang.
Sekarang apakah disadari, bahwa hari-hari setelah pensun, semuanya adalah hari Sabtu-Minggu? Setelah pensiun, seseorang sudah tidak berpenghasilan, akan tetapi tetap harus mengeluarkan uang untuk melanjutkan kehidupannya.
Jika anda sudah memutuskan bahwa merencanakan keuangan untuk pensiun adalah penting, maka sekarang pertanyaan berikutnya adalah : Bagaimana merencanakan pensiun dengan benar? Berikut adalah kesalahan yang umum terjadi dalam merencanakan keuangan untuk pensiun:
- Gagal merencanakan
- Terlambat memulai
- Mengabaikan inflasi
- Tidak memperhitungkan biaya pensiun sehingga menabung terlalu sedikit
- Investasi terlalu konservatif
Jadi untuk mencapai kebebasan financial (financial freedom) pada saat kita pensiun, kita harus benar-benar merencanakan keuangan kita dari sekarang!
Plan now, Act Now

