Setelah otak tengah diaktifkan, otak bisa memancakan dan menangkap gelombang seperti halnya kelelawar dan ikan [apa yang bisa dilihat oleh mata, bisa dilihat juga melalui otak]. Anak-akan yang otak tengahnya sudah diaktifkan, akan mudah mewarnai, membaca Koran atau SMS di HP, walaupun matanya ditutup. Tapi ini dibutuhkan konsentrasi penuh.
Dapat melihat ketika mata ditutup merupakan fenomena bagi mereka yang otak tengahya telah diaktifkan. Setiap benda punya gelombang. Nah, pancaran gelombang itu bisa ditangkap otak anak yang otak tengahnya sudah diaktifkan.
Cara pancar gelombang itu bisa melalui indra penciuman, perabaaan dan pendengaran. Tiap anak memiliki kelebihan masing –masing indera tersebut. Sehingga ketika membaca SMS atau menebak warna kartu, ada anak yang mencium-cium kartu, atau tangannya meraba-raba kartu itu, atau juga menempelkan kartu itu ketelinganya.
Hal inilah yang membuat anak yang buta [karena kecelakaan] bisa “melihat” kembali dengan mengaktifkan otak tengah. Kalau anak yang buta sejak lahir, tidak bisa karena dia belum pernah melihat warna atau tulisan. Tapi anak yang sudah pernah melihat dan buta karena kecelakaan atau penyakit, bisa melihat warna atau angka dan membaca tanpa huruf braile. Kerena gelombang dari warna atau angka itu sudah bisa ditangkap oleh otak.
Manfaat lain pengaktifan otak tengah adalah :
- Konsentrasi yang lebih baik (karena melihatkan lebih banyak bagian otak)
- Daya Ingat yang meningkat (penyelidikan dari Jepang menyatakan, secara teori memori meningkat 1 juta kali)
- Tingkat kestabilan emosi yang lebih baik / stabil
- Pengaturan hormon lebih baik (karena otak tengah adalah bagian otak untuk regulasi hormon)
- Pengontrolan daya kinetik (gerakan) lebih baik
- Daya tangkap yang lebih tinggi (karena untuk mengerti sesuatu, anak dapat menggunakan kedua belah otak, bukan hanya logika saja)
- Loving Intelligence yang lebih tinggi (kecenderungan kuat untuk mengasihi orang lain, termasuk orang tua. kemampuan ini juga yang mengarahkan anak untuk menggunakan kemampuannya untuk kebaikan)
Efektif utnuk usia 5-15 tahun
Aktivasi otak tengah akan efektif pada usai 5-15 tahun usia TK-SMP. Sebenarnya pembatasan usia ini didasari pada konsentrasi anak. Anak di bawah usia 5 tahun masih belum bisa konsentrasi lama. Kalau dipaksakan sebenarnya bisa di bawah usia 5 tahun. Tapi ketika masa pelatihan belum selesai. Ia sudah mencari ibunya atau pengasuhnya, sehingga usia di bawah lima tahun dianggap belum efektif.
Sementara di atas usia 15 tahun dianggap sudah terlalu banyak hal yang dipikirkan sehingga akan mengganggu konsentrasi. Rata-rata aktifasi yang di lakukan pada usia 5-15 tahun berhasil.
Artikel yang berhubungan :

