Otak tengah adalah suatu bagian dari otak yang paling rumit fungsi dan rangkaiannya. Otak ini berfungsi sebagai ‘master controller’. Kegunaannya secara garis besar adalah mengontol kegiatan otak kanan dan kiri. Otak tengah manusia mempunyai disain awal aktif. Otak ini menjadi tidak aktif karena pengaruh kebudayaan manusia dan pikiran logika.
Binatang tidak mempunyai logika, sehingga menggunakan otak tengah dengan intensitas yang cukup tinggi. Setelah otak tengah akan diaktivasi, maka seluruh bagian otak (otak kanan dan kiri) akan diatur untuk bekerja sama. Selama ini kita mungkin sering mendengar seorang akan adalah dominan otak kanan atau dominan otak kiri. Hal ini disebabkan karena otak tengahnya tidak aktif. Seorang anak dengan otak tengah yang aktif akan mempergunakan kedua belah otak tersebut dengan lebih baik dan menyeluruh.
Aktivasi otak tengah yang dilakukan sekarang di Indonesia adalah hasil penelitian yang dilakukan di Malaysia. Indonesia termasuk negara yang beruntung bisa mendapatkan ilmu ini dari negara tetangganya. Pelatihan ini memang sudah mulai menyebar dengan cepat di Srilangka, bahkan sampai New Zealand.
Hal ini merupakan terobosan baru dalam dunia pendidikan. Banyak tokoh pendidikan barat yang ingin tahu lebih banyak tentang cara pengaktifan otak tengah. Sementara mereka masih sibuk dengan penelitian, kita di Indonesia sudah dapat menikmati manfaatnya.
Pada hiburan sulap seperti The Master, kemampuan seperti ini sering dipertontonkan. Tidak heran suatu saat nanti, kala semakin banyak anak yang otak tengahnya sudah diaktifkan, acara ini jadi tidak lagi menarik. Karena mereka dapat melakukannya sendiri.
Kemampuan dasar yang dapat dilakukan adalah ‘melihat’ kartu dengan mata ditutup (blind fold). Bahkan mereka dapat mengurutkan seluruh kartu remi sesuai dengan angka, warna dan bentuk kartu dengan mata tertutup. Ia dapat mempergunakan indra raba untuk melihat pola dan warna lengkap dengan angka hanya dengan penglihatan kulit (Skin Vision).
Kemampuan lain yang dapat dilakukan oleh anak-anak ini adalah berjalan dengan mata ditutup, tanpa menabrak. Dilakukan percobaan pada seorang anak yang berjalan dengan mata ditutup kain. Seseorang sengaja menghalangi jalan didepannya. Dia serta merta dapat menghindari rintangan tersebut tanpa menyentuhnya. Seorang anak bahkan dapat mengenali ayahnya diantara kerumunan orang-tua lainnya, tanpa menyentuh dan mendengar suaranya.
Pada tingkatan yang lebih lanjut seorang anak diharapkan dapat ‘melihat’ benda dibalik tembok atau didalam kotak. Ia bahkan dapat menghitung uang yang terdapat dalam dompet seeorang di hadapannya tanpa orang tersebut mengeluarkan dompetnya. Jika seorang anak rajin melatih fungsi otak tengahnya bahkan dia dapat mengharapkan membaca dokumen yang terletak dalam posisi tertutup.
Kemampuan prediksi (memperkirakan apa yang akan terjadi beberapa saat kemudian) adalah kemampuan yang lebih tinggi yang dapat di miliki oleh seorang anak. Seorang anak yang telah mendapat aktivasi otak tengah dapat ‘menduga’ kartu apa yang akan muncul pada saat orang tersebut masih mengocok kartunya. Begitu selesai mengocok, dan memilih sebuah kartu, orang tersebut mengambil sebuah kartu yang ternyata tepat seperti ‘dugaan’ sang anak tersebut.
Aktivasi otak tengah ini menggunakan gelombang otak Alpha. Yang telah terbukti secara ilmiah, bahwa gelombang otak Alpha paling sering muncul dan kreatif, pada saat kita dalam keadaan relax. Gelombang Alpha di otak dominan ketika bangun tidur, atau sedang berendam di bathtub. Otak tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang otak yang mirip seperti radar. Jadi aktivasi otak tengah bukan magis atau berbau supranatural.
Artikel yang berhubungan :
