Memilih makanan sehat yang masuk ke perut baik saat traveling atau melakukan kegiatan sehari-hari, akan menjaga sistem pencernaan tetap sehat. Pencernaan yang sehat akan memperkuat sistem imun di tubuh. Sistem imun akan melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit, menghacurkan dan menghilangkan mikroorganisme/substansi asing (bakteri, parasit, jamur, virus, tumor) yang masuk dalam tubuh. Selain itu sistem imun menghilangkan jaringan/sel yang mati/rusak untuk perbaikan jaringan, serta mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal.
Kestabilan sistem imun dipengaruhi juga oleh stres, obatan-obatan (antibiotik, kemoterapi, anti TB, terap RA dan pil KB), makanan, umur, infeksi dan konstipasi atau sembelit.
Masa pancaroba, lingkungan menjadi kotor, banyak lalat dan kecoa di mana-mana. Dengan kondisi itu, daya tahan tubuh menurun ditambah kesehatan makanan tidak diperhatikan. Jadi tubuh mudah infeksi, seperti diare.
Buang air besar harus dilakukan setiap hari, agar kotoran bisa keluar setiap hari, jika tidak dikeluarkan setiap hari, kotoran itu menjadi sumber infeksi dan kotoran yang keras akan menimbulkan luka pada bagian rectum.
Didalam usus, terdapat bakeri baik (probioti) dan bakteri buruk. Jika jumlah bakteri buruk lebih banyak, tentunya menimbulkan penyakit. Bakteri baik akan menghasilkan antibiotik alami yang menjaga keutuhan dinding usus, proses metabolisme, serta meningkatkan kekebalan tubuh. Peningkatan bakteri buruk di pengaruhi makanan yang tidak terjaga ditambah stres.
Pada prinsipnya makanan sehat harus mengadung 3B, yakni Berimbang, Beragam dan Bergizi. Semakin makanan beragam semakin baik bagi tubuh, karena tubuh punya kesempatan untuk menyerap aneka macam gizi yang terkandung dalam makanan tersebut. Karena tidak ada satu jenis makanan yang bisa memenuhi kebutuhan tubuh. Untuh menjaga keberadaan probiotik dalam usus, bila perlu ditambahkan suplemen yang mengandung probiotik.
Sumber : warta kota

